APA FUNGSI DARI ALGIN


Algin
Algin merupakan komponen utama dari getah ganggang coklat (Phaeophyceae) yang diperoleh dengan cara melarutkannya dalam alkali larutan natrium karbonat. Proses ini untuk menghilangkan selulosa sekaligus memisahkan algin dalam bentuk garam kalsium atau asam alginat.  Selain itu, produk sampingan terpenting proses pemisahan Algin adalah propilen glikol alginat.
 Algin yang memiliki mutu food grade harus bebas dari selulosa serta warnanya sudah dilunturkan.  Fungsi algin dalam industri pangan dianggap cukup penting, sebagai salah satu alternatif bahan tambahan makanan yang halal.  Fungsi algin pada prinsipnya dapat menggantikan gelatin atau lemak hewan yang berfungsi sebagai stabilizer-emulsifier dan pengental penstabil emulsi.
 Algin merupakan molekul linier dengan berat molekul tinggi.  Kondisi ini memberikan implikasi pada algin, yakni  mudah menyerap air. Inilah alasan  yang  memungkinkan algin dijadikan sebagai bahan pengental.  Di samping proses pengentalan larutan itu sendiri, algin juga dapat meningkatkan daya suspensi larutan tersebut (stabilisator).
Pada sistem yang lain, algin -- yang memiliki produk sampingan propilen glikol alginat --  memiliki gugus hidrolik dan lipofilik.  Keadaan ini memungkinkan algin berfungsi sebagai pengemulsi yang asli dengan sifat pengental yang kuat. Dengan sifat-sifat di atas, algin digunakan dalam industri makanan pada produk:
a. Susu (es krim). Dalam hal ini, algin berfungsi  sebagai stabilisator yang dapat menjaga keutuhan es krim dan membuahkan tekstur yang halus. Selain itu mencegah timbulnya kristal es yang besar dalam produk yang  dihasilkan – sesuatu yang sangat dihindari dalam pembuatan es krim. Algin juga digunakan sebagai stabilisator pada produk susu lainnya, seperti  susu es (ice milk), milk shake mixes dan sherbets,  yoghurt, roti dan kue. Karena sifatnya yang baik dalam menahan  air (water holding capacity), algin dapat mengatasi cepat mengeringnya produk pada keadaan udara berkelengasan rendah.  Algin dipergunakan pada roti dan kue dalam cake filling dan toppings, bakery jellies, pie filling dan lain sebagainya.
b.Bumbu salad. Propylen glikol alginat yang terdapat pada algin memiliki sifat selain sebagai pengemulsi, juga sebagai bahan pengental.  Karena itu, algin  sangat tepat jika ditambahkan dalam produk french dressing.  Adanya algin pada produk tersebut akan membuat bumbu salad menjadi tahan lama dan tidak pecah, baik disimpan pada suhu tinggi maupun suhu rendah.
c. Permen agar-agar.  Algin mempunyai kemampuan untuk menyimpan atau menahan air yang baik.   Penggunaan algin dalam pembuatan permen agar-agar  menjadikan permen bersifat bening dan tahan lama serta memiliki tekstur yang empuk sampai saat pengunyahan.
d.                  Produk kalengan.  Produk pangan yang dikalengkan, biasanya mengandung cairan.  Penambahan algin mengganti sebagian besar pati pada produk pangan kaleng untuk mengurangi waktu proses pemanasan.  Pengurangan waktu proses pemanasan ini berkaitan dengan adanya ion kalsium pada algin.  Saat terjadi pemanasan, ion kalsium terhambat.  Akibatnya, larutan memiliki viskositas yang rendah.  Setelah proses pemanasan-sterilisasi selesai dan suhu diturunkan, ion kalsium bereaksi dengan algin yang menyebabkan viskositas meningkat hingga mencapai kondisi yang diinginkan.
e. Karena memiliki kandungan kalori yang rendah (1,4 kkal/gram) algin juga digunakan pada produk pelangsing tubuh (dietetic foods).  Selain cocok untuk  produk pangan, algin juga dapat digunakan pada produk obat-obatan dan kosmetika.  Sebagai contoh untuk bahan suspensi, stabilisator dalam pembuatan salep dan sebagai pengikat (binder) dalam pembuatan tablet.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "APA FUNGSI DARI ALGIN"

Post a Comment