Defenisi Tentang Pengasapan
Pengasapan
1. Definisi
Pengasapan
dimaksudkan untuk meningkatkan flavor dan penampakan permukaan produk yang
menarik. Daging atau ikan yang diasap ditujukan untuk mengawetkan dan menambah
cita rasa. Disamping itu pengasapan juga dapat menghambat oksidasi lemak dalam
bahan pangan tersebut.
Pengasapan
dilakukan dengan menggunakan kayu keras yang mengandung bahan-bahan pengawet
kimia yang berasal dari pembakaran selulosa dan lignin, misalnya formaldehid,
asetaldehid, asam karboksilat (asam formiat, asetat dan butirat), fenol,
kresol, alkohol-alkohol primer dan sekunder, keton dll. Zat-zat yang terdapat
dalam asap ini dapat menghambat aktivitas bakteri (bakteriostatik).
Pengasapan
dikombinasikan dengan proses pemanasan untuk membantu membunuh mikroba. Panas
ini juga membantu mengeringkan bahan-bahan sehingga lebih awet. Dalam hal ini
pengasapan biasa dilakukan pada suhu 570C. Jika pengasapan tidak
dikombinasikan dengan pemanasan lainnya, maka suhu yang digunakan biasanya
lebih tinggi lagi. Proses pengasapan biasanya dilakukan dalam beberapa tahap
dengan tujuan untuk memperoleh hasil akhir dengan warna tertentu.
Cara baru
dalam pengasapan telah dilakukan dengan penambahan asap buatan berupa larutan
berisi komponen-komponen asap pada makanan dengan cara dioles terutama untuk
menambah cita rasa tanpa proses pengasapan panas. Dalam hal ini fungsi asap
sebagai bahan pengawet sedikit sekali.
2. Proses Pengasapan Daging
Daging
asap adalah irisan daging yang diawetkan dengan panas dan asap yang dihasilkan
dari pembakaran kayu keras yang banyak menghasilkan asap dan lambat terbakar.
Asap mengandung senyawa fenol dan formal dehida, masing-masing bersifat
bakterisida (membunuh bakteri). Kombinasi kedua senyawa tersebut juga bersifat
fungisida (membunuh kapang). Kedua senyawa membentuk lapisan mengkilat pada
permukaan daging. Panas pembakaran juga membunuh mikroba, dan menurunkan kadar
air daging. Pada kadar air rendah daging lebih sulit dirusak oleh mikroba. Asap
juga mengandung uap air, asam formiat, asam asetat, keton alkohol dan 4 karbon
dioksida. Rasa dan aroma khas produk pengasapan terutama disebabkan oleh
senyawa fenol (quaiacol, 4-mettyl-quaiacol, 2,6-dimetoksi 1 fenol) dan senyawa
karbonil.
Ada dua
cara pengasapan yaitu cara tradisional dan cara dingin. Pada cara tradisional,
asap dihasilkan dari pembakaran kayu atau biomassa lainnya (misalnya sabuk
kelapa serbuk akasia, dan serbuk mangga). Pada cara basah, bahan direndam di
dalam asap yang sudah di cairkan. Setelah senyawa asap menempel pada ikan,
kemudian ikan dikeringkan. Walaupun mutunya kurang bagus dibanding pengasapan
dingin, Pengasapan tradisional paling mudah diterapkan oleh industri kecil.
Asap cair yang diperlukan untuk pengasapan dingin sulit ditemukan dipasaran.
Karena itu teknologi yang diuraikan lebih ditekankan pada pengasapan
tradisional.
BAHAN
a.
Daging
b.
Kayu keras
c.
Garam halus
PERALATAN
a.
Lemari asap. Alat
ini digunakan untuk mengasapi. daging. Daging digantung atau diletakkan di atas
rak-rak. Bagian dasar lemari digunakan untuk pembakaran kayu.
b.
Penggantung
daging. Alat ini digunakan untuk menggantung daging besar yang akan diiris.
c.
Pisau dan
talenan. Alat ini digunakan sebagai alas pada saat mengiris daging (kalau tidak
digantung)
CARA
PEMBUATAN
- Pengirisan daging.
Daging diiris tipis-tipis. Sedapat mungkin pemotongan
- mengikuti arah jaringan
otot. Ada dua cara pengirisan, yaitu:
a)
Daging digantung
pada alat penggantung, kemudian diiris tipis-tipis
b)
Daging
ditempatkan diatas talenan, kemudian diiris tipis-tipis
Irisan dapat dibuat dalam berbagai ukuran,
seperti:
c)
irisan kecil:
irisan dengan panjang 1 cm dan lebar 1 cm
d)
irisan sedang:
irisan dengan panjang dan lebar antara 3 ~ 5 cm
e)
irisan panjang:
irisan dengan panjang >5 cm dan lebar 3 ~ 5 cm
- Penyiapan lemari asap.
Bagian dasar lemari asap diisi dengan kayu keras, kemudian dibakar.
Setelah kayu terbakar, api dipadamkan sehingga kayu tetap membara sambil
mengeluarkan asap.
- Pengasapan. Irisan
daging berukuran kecil dan sedang diletakkan di anyaman jarang. Irisan berukuran
panjang (pasang) lebih baik
digantung. Setelah itu lemari ditutup rapat. Pengasapan ini
dilangsungkan selama 48 jam sehingga dihasilkan daging asap kering dengan
warna coklat tua. Selama pengasapan, pembakaran kayu harus dijaga agar
tidak mengeluarkan api. Jika kayu berapi, kayu lebih cepat habis, kurang
berasap, dan suhu terlalu tinggi. Selama pengasapan, suhu perlu diusahakan
tidak lebih dari 800 C.
- Pengemasan. Daging asap yang benar-benar kering dapat disimpan di dalam kantong plastik, dan kotak kaleng yang tertutup rapat.

0 Response to "Defenisi Tentang Pengasapan"
Post a Comment