Keberhasilan dan Pelajaran dari Kuba

Secara nasional layanan kesehatan Kuba terdiri atas 14.671 kantor dokter keluarga, 444 puskesmas, 162 klinik gigi, 267 rumah sakit, 272 balai kesehatan ibu, 144 balai kesehatan lansia, 32 balai kesehatan orang cacat, 25 bank darah, dan 12 pusat penelitian kesehatan. 



Apa hasil semua itu bagi warga Kuba? Apakah Pemerintah Kuba tidak merasa rugi berinvestasi peralatan kesehatan dan kedokteran bagi warga negaranya? Apa saja hasil yang telah mereka raih dari investasi dan upaya keras selama ini? Itu adalah berbagai pertanyaan yang hinggap dibenak kami ketika menyaksikan berbagai alat kedokteran canggih itu. Sebagai jawaban sederhana, dapat dilihat perbandingan antara pencapaian Kuba dengan Indonesia pada tabel berikut ini: 


Hasil pencapaian pembangunan kesehatan Kuba dalam table di atas sangat mengagumkan dan layak menjadi pelajaran bagi kita yang sama-sama merupakan negara berkembang. Ternyata, dengan segala keterbatasan yang ada, pemerintah Kuba telah memberikan perhatian yang tinggi dalam pembangunan kesehatan yang berwujud layanan kesehatan primer hingga ke tertier dengan kualitas tinggi. Total anggaran langsung kesehatan yang langsung disediakan pemerintah senilai 12% (Indonesia baru sekitar 2-4%). Penguatan layanan kesehatan selama ini telah berhasil meningkatkan tarap kesehatan masyarakat yang terlihat dari berbagai indikator kesehatan. Angka kematian bayi di Kuba 6.3 per 1000 kelahiran hidup (Indonesia 40/1000), angka kematian ibu 31 per 100.000 (bandingkan dengan Indonesia yang 350/100.000). sedangkan usia harapan hidup telah mencapai 76 tahun (Indonesia masih sekitar 66 tahun). Beberapa penyakit infeksi dan menular seperti malaria, cacar, campak, polio, difteri, dan tetanus neonatus telah hilang beberapa belas tahun lalu. 



Selain kualitas kesehatan yang baik, Kuba pun telah menunjukkan warganegaranya sebagai warga yang mampu bersaing di tingkat dunia. Hal ini dapat dilihat dari prestasi mereka dalam perhelatan olahraga sedunia yaitu olimpiade yang mana mereka selalu mendapatkan posisi terhormat masuk ke adalam urutas 10 besar. Terakhir di Sydney tahun 2000 lalu mereka menempati urutan ke-7, jauh diatas Indonesia yang hanya di urutan ke 77. 





Bagaimana dengan pembangunan kesehatan di Indonesia? Semoga kita dapat belajar dan lebih arif, Kuba yang masih komunis ternyata mampu berbuat dan menunjukkan hasil atas keseriusan kerja mereka. Semoga pemimpin dan pemerintahan Indonesia mendatang adalah pemimpin dan pemerintahan yang sehat yang mampu mensejajarkan Indonesia sebagai bangsa berdaulat dan bermartabat di tengah pergaulan dunia yang makin terasa ketat ini. 



Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "Keberhasilan dan Pelajaran dari Kuba"

Post a Comment