Risiko Kesehatan Asam Tartrat



            Asam tartrat merupakan senyawa kimia sehingga berpotensi memiliki beberapa efek negative bila tubuh kita terpapar. Secara umum, asam tartarat adalah molekul beracun yang dapat menggantikan asam malat dalam proses biokimia sel dan dengan demikian terjadi pengurangan produksi energi sel. Hasilnya adalah kelelahan dan pusing. Asam ini sangat beracun untuk otot, karena dapat menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan paparan asam yang berlebihan , seperti penyakit celiac, fibromyalgia, sindrom kelelahan kronis, dan candiasis, termasuk keluhan nyeri otot. Dosis tinggi asam tartrat dapat menyebabkan kelumpuhan atau kematian.6
            Efek negative yang dihasilkan dari paparan asam tartrat ada dua macam. Ada yang bersifat akut, ada pula yang bersifat kronis. Pada kasus yang bersifat akut, bila kulit dan mata kita terkena asam tartrat maka dapat terjadi iritasi karena sifatnya yang korosif. Keparahan pada kerusakan jaringan tergantung pada seberapa luas daerah yang terpapar. Mata yang terpapar asam tartrat korneanya bisa rusak hingga menyebabkan kebutaan. Kulit yang terpapar dapat meradang dan melepuh juga menimbulkan lesi.  Sedangkan jika asam ini tertelan atau terhirup, dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru dan saluran pencernaan. Bila tertelan, selain dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan, juga menimbulkan gejala-gejala seperti mual, muntah, dan diare. Asam tartrat juga dapat mempengaruhi kerja ginjal (kerusakan ginjal), pH darah, dan terjadi perubahan perilaku (kejang-kejang,mengantuk), serta gangguan pernapasan.4
            Asam tartrat dapat menimbulkan lesi / luka  pada mulut, ulkus lambung, pencernaan terlalu asam, dan gejala mirip dengan  kondisi demam karena keracunan logam yaitu demam, menggigil, berkeringat, mual, muntah, nyeri otot, dan kelemahanPada kasus akut yang parah, paparan asam tartrat yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, perasaan tercekik, hilangnya kesadaran hingga kematian.4
            Kemungkinan terjadinya kasus kronis akibat paparan asam tartrat antara lain sebagai berikut.4
  1. Efek karsinogenik, mutagenic, dan teratogenik, serta perkembangan toksisitas belum tersedia data yang memadai. Artinya, belum ditemukan kasus paparan yang dapat mengakibatkan efek karsinogenik, mutagenic, teratogenik, dan perkembangan toksisitas.
  2. Paparan sedikit serbuk halus asam tartrat yang mengenai mata dapat mengakibatkan iritasi bila terjadi secara berulang.
  3. Paparan pada kulit dapat mengakibatkan kerusakan kulit secara local (hanya pada bagian yang terpapar) atau dermatitis bila terjadi secara berulang.
  4. Bila serbuk asam tartrat terhirup secara berulang, dapat mengakibatkan iritasi saluran pernapasan atau kerusakan paru-paru dengan berbagai derajat keparahan.
            Ada beberapa cara untuk menghindari asam tartrat yang terdapat dalam makanan, yaitu :6
  1. Batasi konsumsi sumber-sumber asam tartrat alami, seperi buah yang belum matang, pisang, dan khususnya anggur.
  2. Hindari minuman jenis wine. Pembuatan wine menggunakan keasaman alami dari anggur untuk menghasilkan rasa asam yang diinginkan. Jika anggur tidak secara alami memiliki kandungan asam cukup, maka produsen akan menambahkan asam tartrat atau asam malat. Selain itu, proses dari fermentasi sendiri menghasilkan asam tartrat.
  3. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung baking powder dan cream of tartar, karena keduanya mengandung asam tartrat.
  4. Hindari makanan dengan komposisi “garam tartrat”, seperti stearil tartrat. Asam tartrat ditambahkan pada makanan seperti permen atau softdrink untuk menghasilkan rasa asam. Hal ini benar terjadi khususnya pada jenis-jenis dengan rasa lemon, jeruk, dan anggur.
  5. Batasi penggunaan ragi dan gula. Ketika ragi berada dalam usus halus, ragi bertemu dengan gula dari makanan yang kita konsumsi sehingga terjadi proses fermentasi yang akhirnya menghasilkan asam tartrat.
            Berikut ini adalah beberapa pertolongan pertama yang dapat dilakukan bila bagian tubuh kita terpapar asam tartrat baik dalam bentuk serbuk maupun larutan.4
  1. Mata : Jika mata telah terpapar, maka terlebih dahulu periksa mata bila menggunakan lensa kontak dan lepaskan lensa. Setelah itu, segera basuh mata dengan air dingin kurang lebih 15 menit dan segera periksakan mata ke dokter bila iritasi berlanjut.
  1. Kulit : Segera basuh bagian kulit yang terpapar dengan banyak air dingin. Oles bagian yang terpapar dengan salep pelembut. Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cucilah secara menyeluruh pakaian dan sepatu sebelum digunakan kembali. Periksakan diri ke dokter. Pada kasus yang parah, bersihkan kulit yang terpapar dengan sabun desinfektan dan oleskan salep anti bakteri lalu segera minta bantuan medis.
  2. Terhirup : Bila asam tartrat terhirup, segera menghirup udara segar. Bila terjadi berhenti bernapas, berikan bantuan pernapasan. Bila sulit bernapas, berikan oksigen segera lalu meminta bantuan medis.
  3. Tertelan : Jangan mencoba untuk menyuruh memuntahkan kecuali bila dilakukan oleh tenaga medis. Jangan pernah memberi apapun ke dalam mulut pada orang yang pingsan. Bila banyak yang tertelan, segera hubungi dokter. Longgarkan pakaian yang memperketat seperti kerah, dasi, dan ikat pinggang.
            Untuk menghindari paparan, sebaiknya gunakan pengaman pribadi saat akan menggunakan asam tartrat. Gunakan kacamata lab, celemek sintetis atau jas lab, respirator debu dan uap, serta sarung tangan. Pastikan untuk menggunakan respirator yang bersertifikat untuk menjamin keamanan fungsional alat.4 Dalam tekniknya, lakukan dalam proses tertutup dan ventilasi pembuangan lokal untuk menjaga agar kadar udara di bawah batas yang diperbolehkan. Jika proses penggunaan asam ini menghasilkan debu, asap atau kabut, gunakan ventilasi untuk menjaga paparan kontaminan udara di bawah batas yang diperbolehkan.4 Proses pengamanan ini biasanya dilakukan di pabrik makanan berskala besar atau di laboratorium penelitian pangan sehingga sebelum menggunakan asam tartrat sebaiknya kita meminta penjelasan secara detail kepada petugas ahli.
                        

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Risiko Kesehatan Asam Tartrat"

Post a Comment