REGULASI ASAM TARTRAT


Regulasi
            Asam tartrat merupakan senyawa kimia yang dapat disintesis sehingga dapat berupa bahan kimia buatan. Bahan kimia buatan bisa dikatakan selalu memiliki efek samping, karena itu, penggunaan asam ini harus dibatasi. Dalam buku yang berjudul Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan disebutkan bahwa ADI (Acceptable Daily Intake) atau batasan konsumsi yang diperbolehkan per hari untuk asam tartrat adalah 0-30 mg/kg berat badan.7 Pada buku yang sama juga disebutkan bahwa dalam penambahannya pada bahan pangan harus ada batasnya. Hal ini dikenal sebagai BMP (Batas Maksimum Penggunaan) yang merupakan takaran atau batasan penggunaan senyawa kimia yang ditambahkan pada bahan pangan dengan ukuran gram tiap kilogram bahan pangan. Berikut ini merupakan tabel BMP dari beberapa bahan pangan yang ditambahkan asam tartrat.7
            Tabel BMP Beberapa Bahan Pangan yang Ditambahkan Asam Tartrat
Jenis Bahan Pangan
BMP
Jam dan jeli, marmalade
3 g/kg tunggal atau campuran dengan asam fumarat dan garamnya, dihitung sebagai asam untuk mengatur pH antara 2,8 dan 3,5.
Cokelat, cokelat bubuk, dan campuran cokelat dengan gula
5 g/kg tunggal atau campuran dengan asam sitrat.
Kaldu
250 g/kg, produk siap dikonsumsi.
Es krim
1 g/kg
Sayuran dan buahkalengan
Secukupnya
Margarin
Secukupnya

            Sedangkan di bawah ini adalah tabel kandungan garam asam tartrat yang terdapat dalam beberapa jenis makanan ditinjau dari Handbook of Food Additives.8
Matriks Bahan Pangan
Konsentrasi Garam Tartrat
Baked goods
1.30   g/kg
Minuman non- alcohol
0.96   g/kg
Es krim
0.57   g/kg
Konfeksioneri
5.40   g/kg
Gelatin dan pudding
0.06   g/kg
Kondimen
10.00 g/kg
Permen karet
3.70   g/kg

            Dalam data Codex Alimentarius, sebuah badan pengawasan obat dan pangan Amerika Serikat, disebutkan asam tartrat (L (+) – Tartaric Acid) dengan kode INS 334 memiliki fungsi spesifik sebagai pengatur keasaman, antioksidan, dan sequestran. Dalam data juga disebutkan beberapa jenis makanan yang mengandung asam tartrat dan kandungan maksimal yang diperbolehkan.9
Food Cat No.
Food Category
Max Level
Notes*
Year Adopted
14.1.2.1
Fruit juice
4000 mg/kg
45, 128, & 129
2005
14.1.2.3
Concentrates for fruit juice
4000 mg/kg
45, 127, 128, & 129
2005
14.1.3.1
Fruit nectar
4000 mg/kg
45 & 128
2005
14.1.3.3
Concentrates for fruit nectar
4000 mg/kg
45, 127, & 128
2005
*Notes :9
45 à as tartaric acid.
127à as served to the consumer.
128à INS 334 (tartaric acid) only.
129à for use as an acidity regulator in grape juice.
            Catatan yang diberi nomor menandakan bentuk penggunaan dan cara penyajian dari bahan tambahan makanan. Catatan nomor 45 menunjukkan bahwa bahan tambahan pangan asam tartrat digunakan sebagai asam tartrat dalam jus buah. Catatan nomor 127 menunjukkan bahwa saat disajikan memang dalam bentuk sari asam tartrat yang bisa langsung dikonsumsi konsumen (bentuk langsung tanpa pengolahan sebagai campuran jus buah). Catatan nomor 128 artinya dalam fruit nectar hanya boleh diberi asam tartrat saja bukan dalam bentuk garamnya. Catatan nomor 129 menerangkan bahwa pada concentrates for fruit nectar asam tartrat berfungsi sebagai pengatur tingkat keasaman bahan pangan. Dari data di atas, semua penggunaan asam tartrat tak boleh melebihi 4000 mg/kg bahan makanan.9 Data ini diadopsi pada tahun 2005 dan masih berlaku hingga sekarang. Aturan penggunaan ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari bahaya keracunan karena overdosis.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "REGULASI ASAM TARTRAT"

Post a Comment