Permasalahan Iradiasi Pangan
Permasalahan yang menyangkut kesehatan pada makanan yang diiradiasi adalah permasalahan tentang gizi, mikrobiologi dan toksikologi.
1. Aspek Gizi
Masalah gizi pada
makanan yang diiradiasi ialah kekhawatiran akan adanya perubahan kimia yang
mengakibatkan penurunan nilai gizi makanan, yang menyangkut perubahan komposisi
protein, vitamin dan lain-lain (Glubrecht, 1987). Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa
makanan yang diiradiasi sampai dosis 1 kGy tidak menimbulkan perubahan yang
nyata, sedangkan pada dosis 1 – 10 kGy bila udara pada saat iradiasi dan
penyimpanan tidak dihilangkan akan mengakibatkan penurunan beberapa jenis
vitamin. Untuk itu telah dilakukan
berbagai penelitian untuk mengetahui kondisi iradiasi yang tepat, sehingga pada
prakteknya tidak akan terjadi perubahan nilai gizi dalam bahan pangan, terutama
makronutrisinya sepperti karbohidrat, lemak dan protein (Purwanto dan Maha,
1993).
2. Aspek Mikrobiologi
Dalam makanan
iradiasi, masalah mikrobiologi yang mungkin timbul adalah sifat resistensi atau
efek mutagenik dan peningkatan patogenitas mikroba (WHO, 1991 dalam
Simatupang, 1983). Daya tahan berbagai
jenis mikroorganisme terhadap radiasi secara berurutan adalah sebagai berikut :
spora bakterI > khamir > kapang > bakteri gram positif > bakteri gram
negatif. Ternyata bakteri gram negatif
merupakan yang paling peka terhadap radiasi.
Oleh karena itu, untuk menekan proses pembusukan makanan dapat digunakan
iradiasi dosis rendah (Jay, 1996).
3. Aspek Toksikologi
Analisis kimia
yang dilakukan terhadap makanan yang diawetkan dengan iradiasi tidak ditemukan
senyawa yang berbahaya bagi kesehatan.
Namun uji tersebut saja tidak cukup untuk meyakinkan keamanannya
sehingga perlu dilakukan uji toksikologi.
Uji toksikologi terhadap makanan iradiasi dilakukan dengan prosedur yang
jauh lebih teliti dan kompleks bila dibandingkan dengan pengujian sebelumnya,
karena sejak awal keamanan makanan iradiasi sangat banyak dipertanyakan.
Kekhawatiran ini
mungkin disebabkan adanya senyawa radioaktif pada makanan yang diiradiasi. Iradiasi pada suatu bahan pangan yang
mengandung air menyebabkan ionisasi dari bagian molekul-molekul air dengan
pembentukan hidrogen dan radikal hidroksil yang sangat reaktif. Radikal-radikal ini sangat berperan terhadap
pengaruh biologis iradiasi pengion. Oleh
karena itu terdapat pengaruh tidak langsung dari iradiasi jaringan-jaringan
lembab yang disebabkan oleh air yang diaktivasikan. Hidrogen dan radikal hidroksil secara kimiawi
dikenal sangat reaktif dan dapat bertindak sebagai zat pereduksi ataupun
pengoksidasi.
Kekhawatiran
ini dapat terjawab melalui beberapa
penelitian yang dilakukan dan tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa
makanan iradiasi berbahaya bagi kesehatan konsumen, sehingga berdasarkan hal
tersebut, pada bulan Nopember 1980, para pakar dari FAO, WHO dan IAEA yang
tergabung dalam Joint Expert Committee on Food Irradiation (JECFI)
mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan bahwa semua jenis bahan pangan yang
diiradiasi sampai batas 10 Kgy adalah aman dikonsumsi.

0 Response to "Permasalahan Iradiasi Pangan "
Post a Comment