APA ITU ZAT GIZI MIKRO

Zat gizi mikro, baik vitamin maupun mineral diperlukan oleh tubuh dalam jumlah terbatas, namun mempunyai peranan yang sangat penting. Kekurangan zat gizi mikro pada tingkat ringan sekalipun dapat mempengaruhi produktivitas kerja, dan kualitas sumber daya manusia1. Zat gizi mikro selain berfungsi di dalam membantu kerja berbagai jenis enzim juga beberapa diantaranya bersifat antioksidan. 


Antioksidan mempunyai peranan yang besar dalam melindungi tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas merupakan salah satu bentuk senyawa oksigen reaktif, yang secara umum diketahui sebagai senyawa yang memiliki elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas dapat terbentuk ketika metabolisme normal berlangsung, misalnya ketika komponen makanan diubah menjadi bentuk energi. Pada proses metabolisme tersebut sering terjadi kebocoran elektron yang mudah sekali terbentuk radikal bebas seperti anion superoksida, hidroksil2,3. Zat pengoksidan atau radikal bebas lain juga dapat berasal dari luar tubuh misalnya asap rokok, asap mobil, polutan dll. 


Tubuh memerlukan zat gizi mikro termasuk vitamin dan mineral yang bersifat antioksidan dalam jumlah yang cukup. Sementara itu seluruh mineral dan sebagian besar vitamin tidak dapat disintesa oleh tubuh, sehingga untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral diperlukan konsumsi makanan yang seimbang dan beragam. Dalam kondisi tertentu, dimana vitamin dan mineral yang bersumber dari makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka suplemen zat gizi dapat digunakan sebagai alternatif pilihan. Meskipun demikian dalam International Conference on Nutrition Tahun 1992, FAO/WHO menyatakan bahwa suplementasi zat gizi lebih diprioritaskan untuk kelompok rawan (vulnerable group) yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya akan zat gizi melalui makanan, seperti bayi dan anak-anak, lansia, kelompok dengan sosial ekonomi rendah, orang terlantar, pengungsi, penduduk yang berada dalam kondisi darurat, dan wanita usia subur (WUS)4. 


Secara umum antioksidan dikelompokkan menjadi 2 yaitu antioksidan enzimatis dan non-enzimatis. Antioksidan non-enzimatis adalah zat gizi antioksidan seperti β-karoten, vitamin E, vitamin C. Sementara itu antioksidan enzimatis antara lain glutation peroksidase (GSH-Px), superoksida dismutase (SOD), dan katalase, dimana untuk aktifitasnya memerlukan zat gizi seperti Cu, zinc dan Fe5. Vitamin C merupakan salah satu zat gizi mikro yang bersifat antioksidan yang sudah dikenal luas oleh masyarakat dan terus diteliti lebih dari 30 tahun6. Vitamin C dikenal sebagai antioksidan karena kemampuan vitamin C sebagai elektron donor sehingga mampu merubah senyawa radikal bebas menjadi tidak berbahaya2. Stress oksidatif terjadi bila kadar oksidan lebih tinggi dari pada kadar antioksidan baik antioksidan enzimatis maupun non-enzimatis sehingga dapat merusak atau mengoksidasi biomolekul di dalam tubuh termasuk DNA2. Wanita usia subur (WUS) merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah gizi4 . Wanita pekerja dengan posisi berdiri merupakan bagian dari WUS yang berisiko mengalami stres oksidatif7. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menguji pengaruh vitamin C dibandingkan dengan multi vitamin-mineral terhadap status zat gizi antioksidan pada wanita pekerja yang dalam penelitian ini sebagian besar bekerja dalam posisi berdiri.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "APA ITU ZAT GIZI MIKRO"

Post a Comment