ANTI OKSIDAN TOPIKAL TERHADAP KULIT



Saat ini telah banyak di teliti anti oksidan topikal yang digunakan untuk melawan stres oksidatif yang disebabkan sinar UV. Meskipun anti oksidan dapat diberikan melalui diet tetapi adanya pengaruh absorbsi, kelarutan dan perjalanan obat sehingga yang sampai ke kulit hanya dalam jumlah terbatas. Pemakaian langsung pada kulit akan menambah perlindungan terhadap paparan pro oksidatif.(7)
L-asam askorbat yang merupakan anti oksidan fase air utama, glutation melindungi kompartemen intra seluler dan vitamin E dan ubiquinol melindungi membran. Pada basis molar L-asam askorbat adalah anti oksidan utama pada kulit, konsentrasinya adalah 15 kali lipat  lebih besar dari glutation, 200 kali lipat lebih besar dari vitamin E dan 1000 kali lipat lebih besar dari pada ubiquinol. Konsentrasi anti oksidan lebih besar pada epidermis dari dermis; 6 kali lipat  L-asam askorbat dan glutation, 2 kali lipat vitamin E dan ubiquinol.(10)
Pada kulit orang tua dan penuaan kulit, tingkat α-tokoferol dan L-asam askorbat berkurang secara bermakna, 60%-70%. Sinar UV menyebabkan berkurangnya anti oksidan, di mana yang paling fotosensitif adalah ubiquinol dan vitamin E, sedangkan L-asam askorbat relatif lebih tahan. Anti oksidan bekerja bersama-sama di dalam kulit, sesudah proses oksidasi, anti oksidan ubiquinol dan vitamin E yang bersifat lipofilik diperbaharui oleh L-asam askorbat.(3,7,10)
  
α TOKOFEROL (VITAMIN E)
Struktur vitamin E
Vitamin E adalah anti oksidan fase lipid utama tubuh terdiri dari 8 bentuk molekuler, 4 tokoferol dan 4 tokotrienol.(2,3,7,11)

Molekul  tokoferol ini terdiri dari prenil hidropobik dan kromonal polar. Kromonal terdiri dari α, β, λ dan δ isomer. Walaupun seluruhnya terdapat dalam makanan tetapi  α tokoferol adalah bentuk yang paling aktif dan banyak digunakan.(3)
Vitamin E dalam bentuk oral yang sering di konsumsi adalah D-α tokoferol, D- α tokoferol dan α tokoferil suksinat sedangkan untuk topikal jenis yang digunakan adalah α tokoferil asetat dan α tokoferil linoleat. Istilah tokoferol dan tokoferil hanya berbeda dari absorbsinya di mana ester tokoferol lebih sedikit absorbsinya di kulit.(1,3) Vitamin E ini banyak terdapat dalam sayuran, minyak, kacang, jagung, kedele, tepung gandum, margarin, daging, dll.(3,7,10)

Farmako kinetik
Absorbsi
Absorbsi alfa-tokoferol melalui kulit dilaporkan dapat terjadi dengan cara trans epidermal dan trans folikuler hingga mencapai dermis dan jaringan konektif.(3,7,14) Absorbsi vitamin E melalui kulit dapat terjadi, baik dalam bentuk solusio dengan alkohol maupun dalam bentuk asetat. Konsentrasi vitamin E tertinggi ternyata terdapat pada kedalaman kulit 5 mikron, yang dibuktikan dengan percobaan pada tikus dengan aplikasi solusio alfa tokoferol 5%.(14) Esterifikasi hidroksil pada cincin kromanol membantu menstabilkan alfa tokoferol pada sediaan topikal.(2,7)
Vitamin E natural lipofilik lebih baik digunakan secara perkutaneus. Karena akan meningkatkan level konsentrasi vitamin E secara signifikan pada kulit.(3,6,14)

Vitamin E sebagai anti oksidan topikal
α tokoferol (vitamin E) mempunyai fungsi utama mencegah peroksidasi lipid. Bila radikal bebas oksigen/ROS merusak membran lipid maka akan terbentuk  radikal  peroksil. Tokoferol dan tokotrienol akan memusnahkan radikal tersebut. Bila α tokoferol teroksidasi maka akan di bentuk kembali oleh L–asam askorbat tanpa membentuk struktur membran yang    baru.(7, 10,18)
Penggunaan secara topikal sangat penting untuk meningkatkan level konsentrasi dalam kulit karena penggunaan secara oral tidak cukup untuk meningkatkan konsentrasi α tokoferol pada kulit. Lopez. dkk, mendapatkan bahwa penggunaan α tokoferol topikal akan meningkatkan level vitamin E pada 62 kali lipat pada epidermis dan 22 kali lipat pada dermis.(19)
α tokoferol (vitamin E) banyak terdapat dalam stratum corneum. α tokoferol penting untuk melindungi struktur lipid dan melindungi protein stratum korneum dari oksidasi.  Sifat lipofilik  alamiah α tokoferol (vitamin E) menyebabkan ia mudah di aplikasikan dan di serap oleh kulit.(7,18 )
Mc Vean dkk, melaporkan bahwa aplikasi tunggal topikal alfa-tokoferol 5% dalam krem netral mampu berakumulasi tinggi di dalam sel dan nukleus sel sehingga bermakna memberikan proteksi terhadap kerusakan DNA akibat sinar UV.(14)

Vitamin E sebagai fotoproteksi dan peranan dalam sintesa kolagen.
Pemakaian topikal α tokoferol akan mengurangi pembentukan sel sunburn, mengurangi kerusakan kulit karena UV B dan menghambat foto karsinogenesis dengan menghambat pembentukan dimmers siklopirimidin pada gen P53 epidermis dan menghambat melanogenesis.(2,3,7, 20,21)
Pemberian vitamin E asetat 5% topikal pada tikus percobaan yang telah di radiasi, ditemukan berkurangnya malodialdehid (MDA) yang merupakan produk hasil degradasi peroksidasi lipid adalah petanda dalam proses penuaan kulit.(14) Pinnel dkk, meneliti efek fotokarsinogenik α-tokoferol dan memperlihatkan bahwa alfa tokoferol melindungi kerusakan DNA dengan mencegah pembentukan dimmers timin. Mereka melaporkan proteksi yang lebih baik dengan α-tokoferol dari pada derivat α-tokoferol dan proteksi yang lebih baik oleh α-tokoferol dari pada beberapa tabir surya kimiawi.(1,3,10) Sebaliknya Albert, menyatakan bahwa α tokoferol asetat tidak bisa berfungsi sebagai tabir surya dan mencegah fotokarsinogenesis.(20)
Tanaka, melaporkan radikal bebas oksigen. menyebabkan perubahan biosintesis kolagen dan glikosaminoglikan (GAGs) dalam kultur fibroblast kulit manusia. Perubahan ini dapat di cegah dengan pemberian vitamin E, di samping itu juga berfungsi menurunkan produksi prostaglandin E2 dan meningkatkan produksi IL-2 sebagai anti infamasi dan aktivitas imunostimulator yang berefek menstabilkan biosintesis kolagen.(3)

Contoh produk  kosmetik yang mengandung vitamin E : Soft E care, Youthfull Cr, natur E lotion. Skin Ceutical E.

Efek samping
Tidak banyak laporan mengenai efek samping pemakaian vitamin E topikal. Jenkins dari Inggris melaporkan adanya dermatitis kontak alergika setelah pemakaian vitamin E topikal. Pada tahun 1992 peneliti Swiss juga menemukan kasus yang sama setelah pemakaian tokoferol linoleat yang ditambahkan pada kosmetik.(3)


VITAMIN C (L-Asam Askorbat)
Peranan vitamin C (L-asam askorbat) sebagai anti oksidan saat ini banyak di teliti.  Vitamin C bersifat sangat larut dalam air dan bentuk nonionik dapat menembus dan berakumulasi di kulit. Agar tetap berada dalam bentuk nonionik, pH nya harus tetap berada di bawah 3,5.(7,10) Bentuk L-asam askorbat merupakan α-ketolaton dengan berat molekul rendah dan reduktan kuat.(3,7)
Vitamin C dapat ditemukan pada hampir semua tumbuh–tumbuhan dan hewan. Manusia adalah pengecualian karena tidak mempunyai enzim L-gulono-λ- laktonoksidase akibat adanya mutasi fungsi. Manusia harus mendapatkan L-asam askorbat melalui nutrisi untuk memenuhi kebutuhan.(6,10)

Struktur dan biokimia
Vitamin C adalah suatu α ketolatone yang terdiri dari anion hidroksil monovalen hidrofilik. Bila 2 elektron ditambahkan pada pada asam askorbat maka akan terbentuk dehydro-L-ascorbic acid (DHAA).(1,3,7) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ANTI OKSIDAN TOPIKAL TERHADAP KULIT"

Post a Comment