Peran asam askorbat topikal



1.  L-asam askorbat (vitamin C) sebagai anti oksidan.
Karena potensi reduktan yang tinggi, maka asam askorbat dapat berfungsi sebagai anti oksidan dengan cara menetralisir spesies oksigen reaktif.(10,20,21) Vitamin C dapat diberikan secara oral dan topikal. Vitamin C oral dihubungkan dengan penurunan resiko kanker, penyakit kardiovaskuler, katarak, penyembuhan luka dan modulasi imunitas. Sedangkan vitamin C topikal digunakan untuk mencegah kerusakan karena radiasi ultra violet, terapi melasma, strie alba dan eritem postoperatif laser. Beberapa penelitian terhadap tikus memperlihatkan pemakaian vitamin C topikal dapat menurunkan sel sunburn, eritema dan fotokarsinogenesis.(3,7,10)
Darr dkk, menemukan pemakaian vitamin C topikal yang di kombinasi dengan yang lain dapat meningkatkan efektifitasnya sebagai fotoprotektif.(3)
Di samping itu vitamin C dapat mengaktifkan anti oksidan lain seperti vitamin E melalui pengaktifan kembali  α-tokoferol dari radikal tokoferol.(10) Meski L-asam askorbat (vitamin C) tidak dapat memusnahkan radikal lipofilik secara langsung, asam askorbat dapat bekerja secara sinergis dengan vitamin E untuk menghancurkan radikal perosil lemak.(7,10)

2. Efek asam askorbat (vitamin C) pada jaringan kolagen.
Kolagen merupakan komponen utama matriks seluler dermis manusia. Serabut kolagen di bentuk oleh fibroblast, mengandung ikatan yang mengandung hidrok siprolin dan hidrok silisin. L-asam askorbat penting untuk sintesis kolagen, yang merupakan kofaktor untuk enzim prolil dan lisil hidrosilase yang berguna untuk kestabilan dan reaksi silang inter molekuler di samping sebagai regulasi transkripsi kolagen tersebut.(1,2,3,7) Asam askorbat juga dapat meningkatkan laju transkripsi gen prokolagen dan menstabilkan mRNA prokolagen.(3,6,13)
L-asam askorbat akan menghambat biosintesis elastin yang berperan pada penuaan kulit, mengurangi pembentukan pigmen pada kulit dengan menghambat tirosinase dan meningkatkan fungsi barier epidermis dengan merangsang produksi sfingolipid.(6,10)




3. Efek fotoprotektif terhadap sinar ultra violet (UV).
Kerja asam askorbat topikal terhadap efek UV adalah dengan menetralisir radikal bebas dan mengaktifkan vitamin E.(10) Darr, Eberlein dkk, memperlihatkan penurunan jumlah sel sunburn setelah aplikasi vitamin C yang di kombinasi dengan vitamin E.(3,13)
Lin YJ dkk, melaporkan bahwa pemakaian L-asam askorbat 15% dan vitamin E 1% dapat berefek fotoprotektif dengan terlihatnya penurunan eritema, sel sunburn, pembentukan dimmers timin dan mengurangi apoptosis sel tetapi L–asam askorbat tidak berfungsi sebagai tabir surya. L-asam askorbat tidak mengabsorbsi sinar UV dengan panjang gelombang di atas 295 nm.(10.22) Darr mendapatkan pemakaian kombinasi vitamin E dan C dengan tabir surya oksibenzon akan memaksimalkan fungsi fotoproteksi.(15)

Farmako kinetik
Pemakaian L-asam askorbat topikal pada kulit tergantung pada keadaan ionik  molekul dengan arti ia berada dalam fase air dan berbentuk nonionik dan pH asam. Sekali menembus kulit maka vitamin C akan menjadi stabil dan memberi efek proteksi selama 3 hari yang di kenal dengan efek reservoir  vitamin C topikal.(3,7)
Derivat L-asam askorbat seperti magnesium askorbil fosfat dan askorbil-6- palmitat harus di rubah bentuknya dalam tubuh setelah di minum agar berada dalam keadaan stabil dan bentuk derivat ini tidak efektif bila digunakan secara topikal.(7)  Konsentrasi 10% menghasilkan efek biologi yang optimal, sedangkan konsentrasi 20% merupakan konsentrasi maksimal untuk absorbsi perkutan optimal. Konsentrasi di atas 20% justru menurunkan kadar dalam jaringan dengan alasan yang   belum    jelas.
Leveque di Perancis melaporkan bahwa pemakaian L-asam askorbat 8% sebagai proteksi terhadap radiasi UV maka konsentrasinya yang tinggi akan konstan di dalam dermis bila di pakai setiap 8 jam.(22,23)  
Kebanyakan produk kosmetik mengunakan L-asam askorbat dengan konsentrasi 5%.(10,23) Pemakaian L-asam–askorbat 15% di kombinasi dengan α tokoferol 1% memberikan 4 kali lipat perlindungan dibandingkan dengan penggunaan secara sendiri – sendiri.(10)
Asupan vitamin C secara oral menurut Levine dkk, memperlihatkan biovaibilitas sempurna tercapai pada dosis 200 mg/hari. Sedangkan untuk pemakaian secara topikal, kadar vitamin C di kulit meningkat 20 - 40 kali lipat.(10,13)

Contoh produk yang mengandung L-asam askorbat : Skin Ceutical topical vitamin C, Obagi C, Cellex-C, Youthfull cream, Soft C care.

Efek samping
Karena pH nya asam dan konsentrasi tinggi, vitamin C topikal dapat menyebabkan rasa menyengat ringan pada aplikasi pertama. Keluhan ini akan hilang sendiri pada pemakaian yang terus-menerus. Alergi terhadap vitamin C jarang.(1,3,7, 10)

Penutup
·         Radikal bebas oksigen/ROS sangat berbahaya  terhadap kehidupan sistim biologis dengan merusak molekul biologis seperti DNA, membran sel, protein dan lemak.
·         Anti oksidan diperlukan untuk melindungi dan membatasi kerusakan kulit dengan mekanisme yang bervariasi.
·         Anti oksidan terdiri dari enzimatik dan nonenzimatik.
·         Vitamin E merupakan anti oksidan lipofilik untuk melindungi struktur lipid membran.
·         Α-tokoferol adalah bentuk vitamin E yang paling aktif.
·         Pemakaian α tokoferol 5% dapat melindungi kulit dari efek sinar UV, anti inflamasi dan mencegah kerusakan DNA.
·         Efek vitamin E akan optimal bila di kombinasi dengan anti oksidan lain seperti vitamin C.
·         L-Asam askorbat (LAA) adalah bentuk vitamin C yang dapat digunakan tubuh.
·         Efek terapeutik yang optimal di capai bila AA berada dalam bentuk yang stabil yaitu dalam formula cair, pH asam dan konsentrasi tinggi.
·         Vitamin C berperan sebagai anti oksidan, sintesis kolagen dan fotoprotektif.
·         Vitamin C dan vitamin E bekerja secara sinergis, bila vitamin E teroksidasi maka akan di bentuk lagi di membran sel oleh vitamin C.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Peran asam askorbat topikal"

  1. Maaf sebelumnya, apakah penelitian ini berdasarkan penelitian? Saya sedang membahas masalah yang sama untuk penelitian saya. Jika memmungkinkan apakah saya boleh meminta jurnal/paper asli sebagai salah satu referensi? Terima kasih.

    ReplyDelete