Pengertian Bahasa Baku
2.1. Pengertian Bahasa Baku
Bahasa adalah salah satu sarana komunikasi paling penting didalam kehidupan, selain membuat manusia berkomunikasi satu sama lain kita juga bisa berbagi informasi. Di Indonesia ada begitu banyak macam bahasa dari bahasa daerah, semuanya berjumlah kira-kira 746 macam.
Karena itulah maka negara Indonesia membutuhkan yang namanya bahasa persatuan yang disetujui oleh semua masyarakat dan bisa digunakan diseluruh tempat di Indonesia, yaitu bahasa baku. Disini saya akan menerangkan pengertian, fungsi, contoh, serta berbagai macam kata baku.
Meskipun tidak bisa dipungkiri sekarang ragam bahsa bakudianggap sebagai sesuatu yang sulit, menyulitkan, terkesan kaku dll. Sebenarnya sangat penting bagi kita sebagai anak bangsa ataupun warga negara Indonesia memahami apa itu bahasa baku, bagaimana ciri-cirinya, serta fungsi bahsa baku. Sebagai warga negara yang baikharus mengetahui dan paham tentang hal ini.
Bahasa baku adalah kata atau kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pedoman yang digunakan adalah, pedoman pembentukan istilah, Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD).
Jika tidak sesuai dengan kaidah tersebut maka bukanlah merupakan bahasa baku, karena semua kata sudah diatur dan disahkan. Agar kalian semakin paham bisa membaca berbagai contoh dibawah.
Penggunaannya biasanya apabila sedang dalam situasi resmi, tempat formal, penulisan surat, instansi pendidikan, dll. Digunakan juga ketika kita bertemu seseorang dari lain daerah, karena kita tidak mengerti apa yang mereka ucapkan.
Tetapi biasanya tidak dipaki dalam keseharian, seperti contoh ketika berbincang/bicara dengan teman, dengan ayah, dengan ibu, chatting disosial media, biasanya kita menggunakan bahasa sehari-hari seperti bahasa daerah.
Menurut Drs. Nafron Hasjim, didalam buku Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SPG Bahasa Baku adalah bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kaidah yang dimaksud adalah :
a) Pedoman Ejaan ( EYD )
b) Tata Bahasa Baku
c) Kamus Umum
Drs. Nafron Hasjim mengatakan bahwa Bahasa Baku adalah itu bahasa yang diucapkan dan dapat ditulis berdasarkan aturan-aturan atau norma-norma yang telah disepakati oleh masyarakat dan pemakainya. Pembakuan bahsa itu menyangkut masalah kosa kata atau peristilahan, dan struktur kalimat.
2.2. Tumbuhnya Bahasa Indonesia Baku
Menurut kelompok kami : Bahasa merupakan salah unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambangan yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia yang digunakan sebagi sarana interaksi manusia. Di Indonesia terdapat ragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.
Setelah Indonesia Merdeka, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dahulu dikenal dengan bahasa melayu yang merupakan bahasa penghubung antar etnis yang mendiami antar kepulauan nusantara. Selain menjadi bahasa penghubung antara suku-suku, bahasa melayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan Internasional dikawasan kepualan nusantara yang digunakan oleh berbagai suku bangsa.
Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah pelajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa ( bahasa kasar dan bahasa halus ). Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
Ketika bahasa Indonesia diterima dan diresmikan sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara Republik Indonesia tidak ada yang meramaikan bahwa akan tumbuh keanekarangaman dalam bahasa itu , demikian juga tidak asa yang memikirkan bahwa bahasa Indonesia akan mempunyai dialog dan ragam bahasa. Suatu kenyataan yang wajar bahwa dalam pertumbuhan bahasa Indonesia mempunyai variasi-variasi bahasa seperti halnya bahasa Indonesia.
Jika semua bahasa Indonesia mempunyai bahasa tulis sperti yang dipakai dalam buku, majalah, dan surat kabar. Maka kemudian bahsa juga mempunyai ragam lisan yang baik dan benar yang dipakai orang Indonesia untuk berkomunikasi secara langsung bila semua bahasa Indonesia hanya dipakai untuk keperluan resmi seperti : Perundang-undangan, dunia pendidikan, upacara resmi, maka kemudian bahsa indonesia juga dipakai untuk keperluan tidak resmi seperti yang dipakai dalam surat-menyurat, sementara orang yang akrab sapa-menyapa antara orang tua dan anak-anaknya, tawar menawar ditoko, dan dipasar.
Demikian juga, tidak ada yang memikirkan bahwa bahasa Indonesia itu akan mempunyai dialek dan ragam bahasa. Tidak ada yang menyangka kecuali beberapa pakar yang memiliki wawasan sosiolinguistik bahwa “bahasa Indonesia seragam” hanyalah merupakan semboyan kosong. Suatu kenyataan yang wajar bahwa dalam pertumbuhan bahasa Indonesia mempunyai variasi-variasi bahasa seperti halnya bahasa manusia lainnya di dunia ini.
Variasi-variasi bahasa yang ada dalam bahasa Indonesia terjadi karena kehidupan pemaikanya semakin lama semakin kompleks. Jika semula bahasa Indonesia mempunyai bahasa tulis seperti yang dipakai dalam buku, majalah, dan surat kabar, maka kemudian bahasa Indonesia juga mempunyai ragam lisan, yang dipakai orang Indonesia untuk berkomunikasi secara langsung. Bila semua bahasa Indonesia hanya dipakai untuk keperluan resmi seperti dalam perundang-undangan, dunia pendidikan, upacara resmi, maka kemudian bahasa Indonesia juga dipakai untuk keperluan tidak resmi seperti yang dipakai dalam surat menyurat antara orang yang akrab, sapa-menyapa antara orang tua dan anak-anaknya, tawar-menawar di toko, dan di pasar.
Bila pada mulanya bahasa Indonesia hanya dipergunakan sebagai bahasa pertama, khususnya oleh generasi muda yang tidak lagi fasih berbahasa daerah. Memang agak aneh kedengarannya bahasa Indonesia mempunyai dialek atau variasi bahasa. Tetapi memang demikian adanya. Maklumlah bahasa Indonesia adalah bahasa manusia yang wajar.
2.3. Fungsi Bahasa Indonesia Baku
Fungsi bahasa Indonesia menurut kelompok kami adalah :
1. Bahasa Indonesia sebagai kebangaan bangsa , kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dibuktikan dengan masih digunakannya bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbedda dengan negara-negara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara sebagai persemakmurannya.
2. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi , bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang digunakan sebagai alat komunikasi antar sesama manusia yang ada didekat kita yang dapat mempersatukan pembicaraan yang sedang dibicarakan.
3. Bahasa Indonesia sebagai Alat perhubungan, masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahsa yang berbeda-beda, makanya sangat sulit untuk saling berkomunikasi, kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari digunakanlah bahasa indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan komunikasi diantar sesama masyarakat yang berada di Indonesia.
Fungsi Ragam Bahasa Baku memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Pemersatu : “ pemakaian bahasa baku yang dapat mempersatukan sekelompok orang menjadi satu kesatuan masyarakat.”
2. Pemberi Kekhasan : “ pemakian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa asing atau lainnya.”
3. Pembawa Kewibaan : “ pemakaian bahasa baku yang dapat memperlihatkan kewibaan terhadap masyarakat pemakaianya.”
4. Kerangka Acuan : “pemakaian bahasa baku yang menjadikan tolak ukur bagi benar-benar atau tidaknya pemakaian bahasa bagi seseorang atau sekelompok orang.”
2.4. Konteks Pemakaian Bahasa Indonesia Baku
Menurut Kelompok Kami Konteks Pemakaian Bahasa Indonesia Baku :
Pertama dalam komunikasi resmi, yaitu dalam surat menyurat resmi atau dinas, pengumuman-penguman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-undangan, penamaan dan peristilah resmi.
Kedua dalam wancana teknis, yaitu dalam laporan resmi dan karangan ilmiah berupa makalah, skripsi, tesis disertai dalam laporan hasil penelitian.
Ketiga pembicaraan didepan umum, yaitu ceramah, kuliah dan khobah.
Keempat pembicaraan dengan orang yang dihormatin, yaitu dengan atasan dan bawahan.
Didalam konteks pertama dan kedua didukung oleh bahasa baku indonesia tulis, di konteks ketiga dan keempat didukung oleh bahasa baku lisan, diluar konteks atau bahasa Indonesia non standart.
Menurut Drs. Nofron Hasjim mengatakan bahwa penggunaan bahasa baku itu haruslah disesuaikan dengan situasi pemakaiannya. Bahasa baku yang digunakan dalam situasi akrab sebagai contoh sebagai berikut :
Contoh 1
Setelah Makan Malam, Pak Rasidi dan istrinya beserta tiga orang anaknya Andi, Rita, dan Ira duduk-duduk diruang tengah rumahnya. Sambil melihat pertunjukkan di televisi, mereka bercakap-cakap. Begitulah percakapan mereka itu.
Ayah : Andi, apakah pelajaranmu disekolah tadi ?
Andi : Saya belajar Matematika, membaca, dan menulisan.
Ayah : Berapakah nilai Matematikamu?
Andi : Nilai Matematika saya delapan.
Ibu : Berapa nilai Menulismu
Andi : Nilai menulis saya delapan juga
Rita : Matematikan saya mendapat nilai sembilan. Ayah
Ibu : Apakah pelajaranmu disekolah tadi, lia ?
Lia : Saya belajar bernyanyi dan menggambar.
Andi : Apakah pelajaran Ayah di kantor ?
Ayah : Saya mengerjakan pembukuan perusahaan.
Mungkinkah penggunaan bahasa yang seperti itu didalam situasi akrab antara keluarga Pak Risidi itu? Sudah tentu tidak mungkin.
Contoh 2
Seorang Pejabat diundang hadir didalam suatu seminar Pejabat tersebut diminta menyampaikan pidato untuk membuka seminar tersebut. Pejabat tersebut mengawali pidatonya seperti berikut ini“saudara-saudara sekalian. Saya tidak menyangka bahwa saya harus menyampaikan sambutan didalam temuan ini. Oleh karena itu, terus terang saya kemukakan bahwa saya belum mempunyai bersiapan yang cukup tuk berpidato. Walaupun demikian, untuk memenuhi permintaan panitia, saya coba juga berbicara yang lain, baiklah saya mulai saja sambutan ini. Saya khawatir, saya terlambat hadir ditempat yang lain.”
Dari contoh diatas, dapat kita lihat bahwa penggunaa bahasa itu sangat tergantung kepada situasi pemakiannya.
2.5. Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku
ciri-ciri bahasa baku menurut kelompok kami adalah :
a) Tidak terpengaruh bahasa daerah : maksudnya bahasa baku tidak dipengaruhi bahasa dareah, adalah bahasa baku yang digunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat daerah yang berbeda.
Misalnya : masyarakat batak toba menggunkan bahasa daerahnya untuk berkomunikasi dengan masyarakat sunda. Jika mereka menggunkan bahasa daerah masing-masing, maka tidak terjadi komunikasi diantara mereka. Oleh sebab itu masyarakat harus menggukan bahasa baku yang telah ada sejak mereka berada di Indonesia ini.
b) Tidak dipengaruhi bahasa asing : maksudnya meski kita berteman dan mempunyai keluarga di luar negeri, bahasa baku tidak dipengaruhi bahasa asing karena bahasa baku merupakan bahasa Indonesia yang telah dibakukan dan menjadi bahasa yang kita gunkan dalam pertemuan penting
Misalnya : Pidato, ceramah, yang dapat diperkenalkan dengan negara asing, agar bahasa asing dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar agar sama-sama dimengerti.
c) Bukan merupakan ragam bahsa percakapan sehari-hari, maksudnya bahasa baku bukan percakapan sehari-hari, karena bahasa baku, bahasa yang digunakan dalam pidato, ceramah, karya ilmiah yang bahasanya telah dibakukan dan telah memenuhi standart bahasa Indonesia yang telah berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD )
d) Tidak terkontaminasi dan tidak rancu : karena bahasa baku bahasa yang telah disempurnakan berdasarkan standar bahasa Indonesia menurut Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD ). Sehingga bahasa tersebut tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
Menurut Hasan Alwi, ciri-ciri bahasa baku terbagi menjadi 3, yaitu:
a. Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat.
b. Memiliki sifat kecendikian. Perwujudannya dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis, dan masuk akal.
c. Baku atau Standar beranggapan adanya keseragaman. Proses pembakuan sampai taraf tertentu berarti proses penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa, atau penyeragaman variasi bahasa.
2.6. Pemakaian Bahasa Indonesia Baku dengan Baik dan Benar
Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik adalah pemakaian bahsa Indonesia yang mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa baku. Konsep baik dan benar dalam pemakaian bahasa Indonesia saling mendukung dan saling berkaitan . tidaklah logis ada pemakaian bahsa yang benar tetapi tidak baik. indonesia baku mempunyai kode dan ciri khas yang berbeda. Kode atau ciri dan fungsi setiap ragam itu saling terkait.
Bahasa Indonesia baku berciri seragam. Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa yang dibakukan atau dianggap baku adalah pemakaian bahasa Indonesia baku dengan benar. Dengan demikian, pemakaian bahasa Indonesia baku dengan benar adalah pemakaian bahasa yang telah di sempurnakan.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang disesuaikan dengan lingkungan ditempat kita berada dan disamping itu kita mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa syarat yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Oleh karena itu kita harus menghindari pemakaian bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Slogan “pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar”, Istilah bahasa baku telah dikenal oleh masyarakat secaraluas. Namun pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan benar. “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku.

0 Response to "Pengertian Bahasa Baku"
Post a Comment