Pembagian dari Definisi

Perlu diketahui bahwa segi kemanusiaan itu terkadang ada dalam pahaman dan terkadang ada dalam ekstensi. Maksud dari kesamaam yang ada dalam pahaman adalah definisi dan defined mempunya kesamaan arti dalam akal kita. Misalnya definisi manusia sebagai "binatang rasional". Dalam akal kita binatang rasional adalah manusia dan manusia binatang rasional. Karena definisi juga dituntut untuk mempunyai segi perbedaan, maka segi perbedaan yang ada pada contoh tersebut adalah bahwa binatang rasional merupakan pahamanrinci dari manusia. Jadi perbedaanya adalah pada global dan rincinya saja. Namun, kalau segi perbedaan ini tidak ada, seperti definisi manusia adalah manusia atau insan, maka definisi semacam ini tidak memberikan faedah apa-apa, kecuali kalau menghadapi orang-orang yang banyak ragu semacam orang-orang Sophist, atau hanya ingin menjelaskan kkata-katanya saja.



Definisi yang mempunyai sifat-sifat tersebut di atas disebut dengan definisi dengan predikasi - pertma ( hamlun awwaly ) dan yang dapat dipenuhioleh definisi dengan batsan-lengkap.


Sedang maksud kesamaan yang ada pada ektensi adalah bahwa definisi dan defined bertemu pada wujud luar. Baik pertemuan itu sama, yakni setiap ada ekstensi definisi di sana pula ada ekstensi defined, seperti rasional dan manusia ketika anda mendefinisikan manusia sebagai rasional. Atau tidak sama, yakni ekstensi definisi lebih luas dari pada ekstensi defined , sepeerti binatang dan manusia ketika anda mendefinisikan manusia sebagai binatang. Perbedaan yang ada pada kesamaan semacam ini ada dalam kepahaman. Hal ini nampak jelas karena – seperti dalam contoh – pahaman rasional bukan pahaman manusia dan pahaman binatang bukan pahaman manusia. Definisi mempunyai sifat-sifat di atas disebut dengan predikasi-kebanyakan, yakni sering dipakai oleh kebanyakan orang. Definisi dengan predikkasi-kebanyakan ini dapat ipenuhi oleh definisi dengan batasan-kurang, gambaran-penuh, gambaran-kurang, predikasi dari lima univeral terhadap ekstensi-eksensinya ( seperti "ahmad adalah manusia", "manusia adalah golongan", "binatang adalah jenis" dan lain-lain )



1- Definisi tidak boleh berputar. Yaitu yang untuk memhaminya perlu kepada defined. Seperti mendefinisikan angka ganjil bahwa sanya ia adalah yang tidak genap,yang mana untuk memahami angka genap akhirnya perlu untuk memahami angka ganjil juga. Yakni "angka yang tidak genap". Sebab genap adalah "angka yang tidak ganjil"



Definsi tidak boleh berputar karena ia tidak memberikan faedah, menyimpang dari tujuan awal dari efinisi – yang bertujuan menerangkan defined – dan berati defined diketahui sebelum diketahui. Sebab ketika anda akan mendefinisikan defined berarti defined belum diketahui. Sementara ketika anda mendefinisakan defined degan sesuatu yang memerlukan defined untuk dimengerti, maka berarti anda mengetahui defined sebelum mengetahui definisi. Ini berarti anda telah mmengetahui defined sebelum mengetahui defined ( ustahil kan? ). Berputarnya definisi ada dua macam: Jelas dan terselubung. Conth di atas adalah contoh dari putaran yang jelas, sebab begitu kita tanyakan "angka genap itu apa", jawabannya adalah "yang tidak ganjil". Sedang contoh putaran yang terselubung adalah "genap pertama" sebagai definisi dari angka "dua". Sebab untuk memahami genap, kita perlu mendefinisikannya sebagai "angka yang bisa dibagi menjadi dua bagian yang sama". Dan untuk memahami dua yang sama kita perlu mendefinisikan sebagai "dua hal yang saling mencocoki satu sama lain". Sedang untuk memahami "dua hal" memerlukan kepahaman tentang "dua". Dengan demikian definisi pertma melewati dua tahapan lain sebelum kemudian kembali kepada defined, yangdiperlukan untuk memahami definisi pertama. Lihat bagan di bawah ini:



2- Definisi tidak boleh trdiri dari kata-kata yang asing, tida jelas,persekutuan dan majazi yang tanpa petunjuk pada makna yang dimaksud. Anehnya banyak orang merasa keren dan cendekiawan hanya dengan mengganti bahasa indonesia yang baik dengan bahasa asing.

Definisi dengan Contoh

Definisi dengan contoh ini tergolong definisi dengan gambaran-kurang. Yaitu "suatu definisi dengan menyebutkan sebagian ekstensi defined" . Misalnya mendefinisikan manusia sebagai "Ali, Ahmad, Husain, dan Nur Huda". Definisi ini sangat mudahmudah dipahami oleh pemula – ke alam pelanglangan logika dan filsafat – sehingga dapat membeda-bedakan sesuatu yang harus dibedakan.



Definisi dengan penyerupaan

Definisi dengan penyerupaan ini juga tergolong dalam definisi dengan gambaran-kurang. Yaitu "suatu definisi dengan menyerupakan defined dengan sesuatu yang lain, karena keserupaannya". Misalnya mendefinisikan dua pahaman unifersal yang berbeda sebagai "dua hal yang menyerupai dua garis yang sejajar". Definisi ini dapat di lakukan engan satu syarat, yaitu diketehuinya keserupaan tersebut oleh yang di ajak bicara. Definii dengan peyerupaan banya berfaedah dalam penjelasan sesuatu yang hanya berfifat akliah, yaitu dengan menyerupakannya dengan sesuatu yang bisa dirasa denganpanca indra. Sebab, sesuatu yang bisa dirasa dengan panca indra lebih mudah untuk diketahui dari pada sesuatu yang untuk diketahuinya hanya memerlukan perenungan. Misalnya, menyerupakkan ilmu dengan cahaya ketika mendefinisikan ilmu sebagai "cahaya".Yakni suatu yang nampak dengan sendirinya dan menampakkan yang lainnya.


Definisi Dengan Pembagian
Definisi dengan pembagian adalah "definisi dengan menyebutkan bagian-bagian defined". Misalnya mendefinisikan kata-kata sebagai "kata kerja, benda dan bantu".Bagian-bagian sesuatu dapat dijadikan definisinya, sebab sama dengan yang dibagi yang kebanyakan memang lebih jelas darinya. Artinya, lebih mudah untuk dipahami. Misalnya juga ketika kita mendefinisikan manusia sebagai "laki-laki dan perempuan".


 - Predikasi adalah mempredikati sesuatu, dan juga bisa disebut menghukumi, menerangkan atau menetapkan.

 - Pada salah satu pembagian definisi ( predikat ) adalah dibaginya definisi menjadi alami dan buatan ( tidak alami ) Maksud dari yang alami adalah definisi, dalam kepahaman, lebih luas dari defined, karena predikasi dari yang lebih luas kepada yang lebih sempit adalah sesuatu dengan tuntunan alam. Baik keluasan itu disertai keluasan ekstensi, seperti binatang terhadap manusia – seperti kalau kita mendefinisikan manusia sebagai binatang – atau tidak disertai keluasan ekstensi semacam rasional terhadap manusia – ketika kita mendefinisikan manusia sabagai yang rasional. Edang maksud dari yang buatan ( tidak alami ) adalah predikasi dari yang lebih sempit kepada yang lebih luas, karena predikasi seperti ini berlawanan dengan tuntunan alam. Seperti kalau kita mendefinisikan manusia sebagai Ali, Ahmad dan seterusnya. Kalau masalah di atas sudah jelas, maka perlu diketahui bahwa maksud lebih luas pada masalah kita – yaitu ektensi definisi lebih luas dari defined adalah dari ekstensinya saja. Sebab yang lebih luas dalam kepahaman, tetapi sama dalam ekstensi, seperti rasional dan manusia, maka hal ini digolongkan pada masalah yang sama – dalam ekstensinya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembagian dari Definisi "

Post a Comment