BAHAN PEWARNA BUATAN

Pewarna Buatan 


Untuk menarik perhatian konsumen, tentunya para pedagang harus membuat makanan yang dikemas dalam bentuk dan warna yang menarik sehingga pedagang dapat memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sedikit mungkin. Hampir seluruh makanan olahan telah diberi pewarna sintesis mulai dari jajanan anak-anak, tahu, kerupuk, terasi, cemilan, bahkan buah-buah dingin, terutama buah mangga. 


• Rhodamin B 


Fungsi sebenarnya pada Rhodamin B adalah sebagai pewarna tekstil dan kertas. Namun, dengan tujuan meraih keuntungan yang banyak tanpa memikirkan efek dari kandungan Rhodamin B, produsen tetap saja menggunakan bahan ini. Dengan menghirupnya saja dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan. Jika terkena kulit dan mata dapat menimbulkan iritasi. Konsumsi pada zat ini menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan menimbulkan gejala keracunan, air kemih menjadi berwarna merah muda. 

• Methanyl Yellow 

Umumnya digunakan sebagai pewarna pada tekstil dan cat, serta sebagai indikator reaksi netralisasi asam-basa. Zat ini larut dalam air, berupa serbuk kuning kecokelatan. Konsumsi bahan ini menimbulkan tumor dalam berbagai jaringan seperti hati, kandung kemih, saluran pencernaan, dan jaringan kulit. 



Penyedap Rasa Buatan 

Penyedap rasa tentunya sudah tidak asing di kalangan masyarakat. Penyedap rasa atau aroma digunakan untuk menambah dan memperbaiki cita rasa dan aroma pada makanan, sehingga lebih menarik perhatian bagi yang ingin memakannya. Penyedap rasa buatan tentunya juga tidak sedikit yang bertebaran pada jajanan makanan yang tidak 

mempunyai fungsi sama sekali untuk kesehatan tubuh. Berbeda dengan penyedap rasa 

alami, penyedap rasa sintesis sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Berikut adalah zat- zat penyedap rasa sintesis tersebut : 


• Monosium Glutamat 


Zat ini dapat memperkuat rasa makanan, Glutamat dapat dijumpai pada makanan seperti tomat, keju, kaldu daging sapi dan ikan. Biasa bahan ini lebih dikenal dengan nama micin, vetsin. Bagi yang mengkonsumsinya secara terus-menerus mengakibatkan gangguan pada janin bagi yang sedang mengandung, hati, hipertensi, stres, demam tinggi, memicu reaksi gatal-gatal, bintik-bintik merah pada kulit, keluhan mual, muntah-muntah, sakit kepala, migren, asma, bahkan depresi. 

• L-asam Glutamat 


Bahan ini sangat tidak dianjurkan untuk anak-anak dan dapat menimbulkan

Chinese Restaurant Syndrom (CRS).


• Pottasium Hidrogen L-Glutamat



Penyedap ini dapat mengakibatkan mual, kejang perut. Zat ini terutama sangat berbahaya bagi penderita ginjal dan tidak boleh diberikan pada bayi yang masih berusia 12 minggu.


• Kalsium Glutamat

Dampaknya bagi kesehatan belum diketahui secara pasti. Namun konsumsi bahan ini pada bayi yang berusia kurang dari 12 minggu masih dilarang.


• Sodium Glutamat

Efeknya belum diketahui secara pasti, tetapi penggunaannya tidak diperbolehkan untuk anak-anak dan bayi.


Bahan Tambahan Lainnya



• Antikempal



Bahan buatan ini digunakan untuk pencegahan mengempalnya makanan. Konsumsi antikempal dalam dosis normal masih aman, tetapi jika digunakan secara berlebihan dapat merusak syaraf. Bahan ini sangat berbahay terutama bagi penderita sakit tulang dan perusakan ginjal.


• Antioksidan

Zat ini berguna untuk memperlambat oksidasi di dalam bahan seperti lemak hewani, minyak nabati, produk makanan dalam kadar lemak yang tinggi dan rendah, ikan. Dalam beberapa percobaan, antioksidan yang berbahaya dapat memicu terjadinya penyakit kanker dan batu ginjal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BAHAN PEWARNA BUATAN"

Post a Comment