Ontologi Psikologi Islam


Mengkaji sebuah keilmuan dalam kategori filsafat ilmu, kita tidak dapat memisahkan diri dari pembahasan tentang aspek ontologi. Ontologi adalah aspek dalam filsafat ilmu yang mempelajari tentang objek yang akan ditelaah oleh ilmu tersebut, bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut dan bagaimana hubungan antara objek tersebut dengan daya tangkap manusia sendiri (berpikir, merasa dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan. 

Kajian ontologi psikologi Islam sama halnya pada psikologi barat yaitu manusia. Meskipun aspek kajiannya sama tentang manusia tapi dalam konsepnya memiliki beberapa perbedaan, baik melalui aliran psikoanalisa, behavioristik maupun humanistik. Perbedaan pemahaman konsep manusia ini akan mempengaruhi pada penerapan keilmuan itu sendiri, baik di bidang perkembangan, pendidikan, sosial, klinis maupun industri. 

Psikoanalisa memandang manusia sebagai sosok makhluk yang hidup atas bekerjanya dorongan-dorongan (id) dan sangat ditentukan oleh masa lalunya. Konsep ini dipandang terlalu menyederhanakan kompleksitas dorongan hidup yang ada dalam diri manusia, sehingga terkesan pesimistis dalam pengembangan diri manusia. Sementara aliran behavioristik memandang manusia sebagai sosok makhluk yang sangat mekanistik karena kelahirannya tidak membawa apapun, sehingga kehidupannya sangat ditentukan oleh lingkungan atau hasil pengkondisian lingkungan. Sedangkan aliran humanistik memandang manusia sebagai sosok yang mempunyai potensi baik dan tidak terbatas, sehingga dipandang sebagai penentu tunggal yang mampu memainkan peran Tuhan (play-God). Sementara psikologi transpersonal cenderung melihat pada dimensi spiritual (pengalaman subjektif transendental) manusia yang mempunyai kemampuan luar biasa diatas alam kesadaran. 

Psikologi Islam hadir dengan menawarkan pembahasan tentang konsep manusia yang lebih utuh (komprehensif). Manusia tidak hanya dikendalikan oleh masa lalu tetapi juga mampu merancang masa depan. Manusia tidak hanya dikendalikan lingkungan tetapi juga mampu mengendalikan lingkungan. Manusia memiliki potensi baik tetapi juga potensi buruk (terbatas). Konsep manusia dalam psikologi Islam adalah bio-sosio-psikis-spiritual, artinya Islam mengakui keterbatasan aspek biologis (fisiologis), mengakui peran serta lingkungan (sosiokultural), mengakui keunggulan potensi dan juga memerankan aspek spiritual (Tuhan) dalam kehidupan manusia. 

Manusia mempunyai 2 (dua) unsur yaitu jasmaniah (materi) dan rohaniah (non materi) yang secara umum dapat dijelaskan melalui konsep bio-sosio-psikis-spiritual yang dalam perkembangan psikologi barat tidak diakui keberadaannya. Perilaku manusia terbentuk oleh hasil kolaborasi semua unsur, tidak ada reduksi antar unsur sehingga pemahaman tentang manusia dapat menemukan titik temu yang utuh. 

Islam menawarkan konsep manusia melalui pemahaman agama (wahyu Tuhan). Memahami manusia tidak dapat dilepaskan dari konsep ruh (daya ikat pencipta dan makhluknya), hati (qalbu) sebagai pengendali perilaku manusia, nafs yang menjadi wadah potensi manusia (baik-buruk) serta akal sebagai tempat nalar dan daya pemahaman tentang pilihan perilaku. Memahami manusia tidak hanya terbatas pada observable area tetapi juga yang unobservable area dan unconceivable area (tidak dapat dipikirkan atau dirasakan). 

Apabila dilihat dari konteks pemahamannya, maka dapat dikatakan konsep unsur-unsur dalam diri manusia sangatlah abstrak seperi halnya konsep id-ego-super ego milik Freud dan archetyp-archetyp milik Carl Gustav Jung, sehingga tidak perlu diperdebatkan dalam kajian psikologi. Keberanian menawarkan konsep lain yang sejalan dengan pembahasan perilaku manusia merupakan entry point dalam membangun pondasi keilmuan yang baru. 

Konsep unsur manusia dalam Islam diambil dari wahyu Tuhan tidak dapat diragukan kebenarannya. Tuhan adalah pencipta manusia yang tentunya sangat mengetahui hasil ciptaannya, sehingga acuan yang paling tepat untuk memahami manusia adalah dari kitab suci yang diturunkan oleh Tuhan meskipun dalam aplikasinya terdapat pola penafsiran yang berbeda. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ontologi Psikologi Islam "

Post a Comment