Ciri-Ciri Motivasi Belajar

Motivasi setiap orang yang satu dengan yang lainnya biasa tidak sama. Biasanya hal ini tergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Menurut Sadirman (2009:83) motivasi yang ada pada diri setiap orang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak terhenti sebelum selesai). Dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dan tidak berhenti sebelum selesai

2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin atau tidak cepat puas dengan prestasi yang dicapai

3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah. Menunjukkan kesukaaan pada suatu hal (pada anak misalnya masalah-masalah pelajaran yaitu soal-soal yang ada)

4. Lebih senang bekerja mandiri. Tidak tergantung pada orang lain.

5. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin. Hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja kurang kreatif.

6. Dapat mempertahankan pendapatnya. Memiliki pendirian yang tetap

7. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini, tidak mudah terpengaruh orang lain

8. Senang mencari dan memecahkan soal-soal.

2.1.2.4 Macam-macam Motivasi.

Djamarah (2011:149) menyatakan bahwa “Motivasi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik”. Berikut adalah penjelasannya yaitu:

a. Motivasi intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungi tanpa adanya rangsangan dari luar,karena didalam setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Siswa yang termotivasi secara intrinsik dapat terlihat dari kegiatannya yang tekun dalam mengerjakan tugas-tugas belajar

Contoh motivasi intrinsik dalam proses belajar yaitu anak didik termotivasi untuk belajar semata-mata karena ingin menguasai nilai-nilai yang terkandung dalam bahan pelajaran bukan karena keinginan lain seperti mendapat pujian,nilai yang tinggi atau hadiah atau sebagainya

b. Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Dorongan dari luar tersebut dapat berupa pujian, celaan, hadiah, hukuman dan teguran dari guru maupun orang tua.Guru sangat berperan dalam rangka menumbuhkan motivasi ekstrinsik. Pemberian motivasi ekstrinsik harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa, karena jika siswa diberikan motivasi ekstrinsik yang berlebihan maka motivasi intrinsik yang ada dalam diri siswa akan memudar.



2.1.2.5 Unsur-Unsur dalam Motivasi Belajar

Menurut Dimyanti dan Mudjono(2006:97) dalam motivasi terdapat beberapa unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu:

a. Cita-cita atau aspirasi siswa

b. Kemampuan siswa

c. Kondisi siswa

d. Kondisi Lingkungan Siswa

e Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran

f. Upaya guru


Berikut ini adalah uraiannya :

a. Cita-cita atau aspirasi siswa

Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil,seperti keinginan berjalan, belajar membaca,dapat menyanyi, dan lain sebagainya. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan bergiat bahkan menimbulkan cita-cita dalam kehidupan. Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal,moral, bahasa,dan nilai-nilai kehidupan.

b. Kemampuan siswa

Kegiatan belajar perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan untuk mencapainya. Kemampuan ini meliputi beberapa aspek yang terdapat dari dalam diri siswa, misalnya pengamatan, perhatian, dan daya pikir. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kemampuan belajar yang tinggi biasanya membuat siswa termotivasi dalam belajar,karena siswa yang seperti itulah yang lebih sering memperoleh sukses oleh karena kesuksesannya memperkuat motivasi.

c. Kondisi Siswa

Kondisi siswa meliputi kondisi jasmani dan psikologis yang mempengaruhi motivasi belajar. Seorang siswa yang sedang sakit,lapar,atau marah akan menganggu perhatian belajar. Sebaliknya seorang siswa yang sehat,kenyang dan gembira akan mudah memuatkan perhatian.





d. Kondisi Lingkungan Sosial

Lingkungan belajar siswa yang berupa keadaan alam, tempat tinggal, pergaulan sebaya ,dan kehidupan kemasyarakatan sangat mempengaruhi siswa. Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Bencana alam, tempat tinggal yang kumuh, ancaman rekan yang nakal, perkelahian antar siswa, akan mengganggu keungulan belajar. Sebaliknya sekolah yang nyaman,pergaulan siswa yang rukun akan memperkuat motivasi belajar.

e. Unsur-Unsur yang Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran

Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang keberadaanya dalam proses belajar tidak stabil dan cenderung berubah-ubah. Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebayanya berpengaruh terhadap motivasi dan perilaku belajar.

f. Upaya Guru

Guru adalah pendidik yang berkembang, upaya guru membelajarkan siswa terjadi disekolah dan diluar sekolah,upaya pembelajaran ini meliputi menyelenggarakan tertib belajar atau membina disiplin belajar dalam tiap kesempatan seperti pemanfaatan waktu dan pemeliharaan fasilitas sekolah, membina belajar tertib di pergaulan dan membina belajar tertib dilingkungan sekolah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ciri-Ciri Motivasi Belajar"

Post a Comment