Kerangka Konseptual
Berdasarkan kerangka teoritis penelitian di atas maka dapat diketahui bahwa penelitian ini terdiri atas dua variabel, yakni variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode audiolingual, sedangkan variabel terikatnya adalah mempresentasikan hasil penelitian
Kemampuan mempresentasikan hasil penelitian merupakan kesanggupan dalam menyampaikan pokok-pokok hasil penelitian atau ringkasan hasil penelitian melalui bahasa lisan berupa bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata. Kegiatan presentasi ini bertujuan untuk membujuk, memberi informasi, atau untuk meyakinkan pendengar yang dilakukan dengan menggunakan tampilan visual.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh siswa pada saat mempresentasikan hasil penelitian, yakni faktor kebahasaan, dan faktor nonkebahasaan. Faktor-faktor kebahasaan, yaitu ketepatan pengucapan vokal dan konsonan, penempatan tekanan dan nada, diksi atau pilihan kata, dan struktur kalimat. Faktor- faktor nonkebahasaan yaitu, sikap yang wajar, tenang, dan tidak kaku, pandangan mata, mimik (ekspresi wajah), kelancaran, dan penguasaan topik. Selain aspek-aspek kebahasaan dan nonkebahasaan, perumusan tema, kesesuaian presentasi dengan pokok-pokok hasil penelitian, urutan yang logis dan penggunaan tampilan visual juga harus diperhatikan.
Agar siswa terampil mempresentasikan hasil penelitian dalam pembelajaran, guru perlu memilih model pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran tercapai. Metode audiolingual merupakan suatu model pembelajaran yang dianggap mampu meningkatkan kemampuan mempresentasikan hasil penelitian.
Metode audiolingual adalah metode pembelajaran yang menuntut peserta didik banyak melakukan praktik dan latihan-latihan dalam hal menghafal dan mengucapkan kata-kata yang sulit baik dalam bentuk kosakata, dialog, maupun bentuk teks bacaan dengan memperhatikan pelafalan.
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pemecahan masalah yang dipertanyakan. Sama halnya seperti hal yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:110) bahwa “hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul”. Hipotesis bertujuan sebagai landasan logis dan pemberi arah kepada proses penelitian itu sendiri.
Berdasarkan landasan teoretis dan kerangka konseptual diatas maka dirumuskan hipotesis penelitan sebagai berikut :
Ha : ada pengaruh positif metode audiolingual terhadap kemampuan mempresentasikan hasil penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Balige tahun pembelajaran 2014/2015.
Kemampuan mempresentasikan hasil penelitian merupakan kesanggupan dalam menyampaikan pokok-pokok hasil penelitian atau ringkasan hasil penelitian melalui bahasa lisan berupa bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata. Kegiatan presentasi ini bertujuan untuk membujuk, memberi informasi, atau untuk meyakinkan pendengar yang dilakukan dengan menggunakan tampilan visual.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh siswa pada saat mempresentasikan hasil penelitian, yakni faktor kebahasaan, dan faktor nonkebahasaan. Faktor-faktor kebahasaan, yaitu ketepatan pengucapan vokal dan konsonan, penempatan tekanan dan nada, diksi atau pilihan kata, dan struktur kalimat. Faktor- faktor nonkebahasaan yaitu, sikap yang wajar, tenang, dan tidak kaku, pandangan mata, mimik (ekspresi wajah), kelancaran, dan penguasaan topik. Selain aspek-aspek kebahasaan dan nonkebahasaan, perumusan tema, kesesuaian presentasi dengan pokok-pokok hasil penelitian, urutan yang logis dan penggunaan tampilan visual juga harus diperhatikan.
Agar siswa terampil mempresentasikan hasil penelitian dalam pembelajaran, guru perlu memilih model pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran tercapai. Metode audiolingual merupakan suatu model pembelajaran yang dianggap mampu meningkatkan kemampuan mempresentasikan hasil penelitian.
Metode audiolingual adalah metode pembelajaran yang menuntut peserta didik banyak melakukan praktik dan latihan-latihan dalam hal menghafal dan mengucapkan kata-kata yang sulit baik dalam bentuk kosakata, dialog, maupun bentuk teks bacaan dengan memperhatikan pelafalan.
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pemecahan masalah yang dipertanyakan. Sama halnya seperti hal yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:110) bahwa “hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul”. Hipotesis bertujuan sebagai landasan logis dan pemberi arah kepada proses penelitian itu sendiri.
Berdasarkan landasan teoretis dan kerangka konseptual diatas maka dirumuskan hipotesis penelitan sebagai berikut :
Ha : ada pengaruh positif metode audiolingual terhadap kemampuan mempresentasikan hasil penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Balige tahun pembelajaran 2014/2015.

0 Response to "Kerangka Konseptual "
Post a Comment