Apa itu teori?
Teori adalah pernyataan-pernyataan tentang sebuah konsep yang tersusun secara integrative yang berfungsi sebagai acuan saat harus menyebutkan/mendeskripsikan, saat membuat prediksi dan saat menjelaskan sebuah fenomena atau sebuah perilaku yang muncul.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi dari teori adalah untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi.
§ Ex: Teori kelekatan antara bayi dengan orang dewasa.
Ø Describes :
o Mendeskripsikan perilaku-perilaku apa yang muncul sebagai tanda seorang seorang bayi berumur 6 bulan merasa nyaman dan aman.
o Menyebutkan tanda-tanda seorang remaja yang memiliki kematangan secara fisik
Ø Explains :
o Menjelaskan kenapa bayi umur 6 bulan akan mendekati figure tertentu saat ingin mendapatkan rasa aman
o Menjelaskan mengapa anak suka dengan guru yang ramah dan jarang marah.
Ø Predicts :
o Memprediksikan apa yang mungkin akan terjadi jika bayi tidak memiliki figure yang bisa memberikan rasa aman.
o Memprediksikan prestasi akademik anak pada bidang studi yang diampu oleh guru yang galak dan judes.
E. Kenapa kita membutuhkan teori?
§ Teori bisa berfungsi sebagai kerangka berpikir.
Ø Teori akan menjadi acuan dan memberikan arti tentang segala sesuatu yang kita lihat.
Ø Memberikan arah yang tepat dalam suatu usaha penelitian.
§ Teori memberi dasar dan alasan ketika melakukan intervensi dan tindakan nyata
Ø Membantu kita dalam memahami perkembangan
.
§ Mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlakuan yang lebih baik dalam hubungan anak kecil dan orang-orang yang lebih dewasa disekitarnya.
B. Darimana datangnya teori dan bagaimana teori dikembangkan?
Dari gambar dapat dilihat bahwa teori terbentuk melalui 3 tahapan yaitu :
§ Pandangan-pandangan yang belum dibuktikan (Common sense), Pendapat-pendapat (Opinion), Keyakinan (belief). Ketiga hal inilah yang merupakan awal mula dari terbentuknya suatu teori, sehingga ketika akan membangun sebuah teori, mula-mula kita harus terlebih dahulu mempelajari awal mula dari terciptanya sebuah teori atau dengan kata lain perspektif sejarah (Historical Perspective) dari suatu teori.
§ Penelitian yang sistematis (Systematic Research). Karena Common sense, Opinion, dan Belief tersebut adalah fenomena yang terjadi di masyarakat dan perlu diklarifikasi kebenaran dan keakuratannya, dengan cara dilakukan penelitian secara ilmiah sehingga kita harus memahami juga mengenai metode penelitian (Research Methodology).
§ Setelah dilakukan penelitian yang berkali-kali, maka akan diapatkan hasil tertentu. Dari data hasil penelitian inilah kita bisa mengambil kesimpulan apakah fenomena yang ada di masyarakat ini bisa terbangun sebuah teori atau tidak. (Constructing Theory).
Ø Sebuah teori pun kemudian akan terus-menerus diuji hingga menghasilkan Grand Theory.
C. Teori apa yang akan kita perdalam dalam mempelajari psikologi perkembangan?
Teori yang akan diperdalam dalam mempelajari psikologi perkembangan adalah
§ Perspektif Psikoanalisis :
Ø Teori perkembangan Psikoseksual Freud.
Ø Teori perkembangan Psikoseksual Erikson.
§ Perspektif behaviorisme dan teori belajar sosial :
Ø Behaviorime tradisional.
Ø Teori belajar sosial.
§ Teori perkembangan kognitif Piaget.
§ Pengolahan informasi (Information Processing).
§ Ethology : Lorenz & Bowlby
§ Teori sistem ekologi Bronfenbrenner.
§ Teori Socio-cultural Vygotsky.

0 Response to "Apa itu teori? "
Post a Comment